PEMBANGUNAN PERTANIAN

Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata, tetapi sekaligus dimaksudkan juga untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi, sosial, politik, budaya, lingkungan maupun melalui perbaikan improvement, pertumbuhan growth dan perubahan change. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita 1 April 1 9 6 9 , yaitu pada masa pemerintahan order baru, di mana pangsa sektor pertanian terhadap PDB mencapai lebih dari 40% dan serapan tenaga kerja pada sektor pertanian mencapai lebih dari 60%. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana strategi, dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan.

Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Order Baru telah membawa beberapa hasil. Pertama, peningkatan produksi, khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 1984. Kedua, sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan dan penghematan devisa. Ketiga, pada tingkat tertentu sektor pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku industri sehingga melahirkan Agroindustri.

Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Order Baru tersebut mengandung sejumlah paradox. Pertama, peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produk-produk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani seperti ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati 2004, bahwa peningkatan produksi pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berksiar 0,28 – 10,08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga pedesaan berkisar 2,10 – 3,10 persen, Kedua peningkatan produktivitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *