Pemberdayaan Masyarakat Tani dan Kelembagaanya.

Friday, June 25, 2010 14:30
Posted in category Pemberdayaan

Tulisan ini ditulis oleh penulis tamu :  Wiji Phar, seorang pemerhati masalah-masalah pertanian, tinggal di Malang, Jawa Timur.

Pemberdayaan, suatu kata yang sangat populer pada masa sekarang, sering orang mengartikan bahwa pemberdayaan hanyalah sebatas bagaimana orang meningkat kemampuannya, namun jika kita telusuri lebih dalam kenyataan sehari-harinya kata pemberdayaan mengandung makna yang sangat luas yaitu penggalian dan pemanfaatan potensi diri secara individu untuk dijadikan kekuatan dalam kelompok.

Disisi lain, salah satu kata kunci pada saat ini yang sering didengungkan oleh semua lapisan masyarakat adalah kata peningkatan Sumber Daya Manusia. Kata tersebut mempunyai makna lebih spesifik lagi menyangkut bagaimana mengangkat kondisi masyarakat yang ada menjadi lebih baik dimasa mendatang. Berbicara mengenai Sumber Daya Manusia ( SDM ) maka kita langsung bertanya, bodohkah kami, jelekkah kami, apa kekurangan kami, atau apa yang harus kami perbaiki. Jawabannya adalah kita berdayakan sesuatu yang kita miliki yaitu yang sering disebut potensi.

Memberdayakan potensi lebih mengarah kepada memproses diri pada kelompok masyarakat, dalam satu kesatuan untuk menyusun kekuatan. Bertitik tolak dari hal diatas, maka kita perlu mempelajari proses yang harus dilakukan agar pemberdayaan itu dapat dilihat perubahannya. Perjalanan proses demi proses yang dijalankan perlu mempunyai sasaran yang jelas dan sistem yang jelas dan dasar (roh) yang kuat sebagai nyawa berkembangnya kekuatan tersebut. Sistem yang paling nyata perlu dijalankan diberi nama dengan Sistem Kebersamaan Ekonomi, yaitu suatu sistem yang logis, ekonomis dan harmonis. Sistem ini dilandasi oleh adanya rasa persahabatan /pertemanan/kemitraan.

Bagi masyarakat yang bergerak di bidang usaha pertanian, peningkatan ini dapat dilihat dengan berbagai aspek, yaitu : Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Organisasi, Aspek Budidaya, Aspek Keuangan, dan Aspek Hubungan Kemitraan, Kelima aspek tersebut secara simultan akan saling mendukung menyusun konsep pola pemberdayaan masyarakat yang disebut dengan Sistem Kebersamaan Ekonomi (SKE).

Pola SKE ini mulai dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia dengan bertahap ( sistem tetes minyak ) karena sampai saat ini belum begitu banyak orang yang memahami secara baik dan jelas apa yang dimaksud pemberdayaan masyarakat dengan pola SKE.

Kondisi seperti tersebut diatas disebabkan oleh karena pembinaan yang dilakukan terhadap petani hanya terfokus kepada pembinaan teknis budidaya atau pelaksanaan proyek. Pihak pelaksana pembangunan kurang sekali melakukan penyiapan atau sentuhan kepada sumber daya manusia petani dan kelembagaannya yang terprogram, sistematis dan berkelanjutan. Kelembagaan petani (Kelompok Tani dan KUD) dibentuk dalam rangka kegiatan proyek atau dibentuk dari atas (top down), sehingga kurang mendapat dukungan dari anggota/petani.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa penyiapan sumber daya manusia petani dan kelembagaannya secara terprogram, sistematis dan berkelanjutan merupakan faktor yang sangat menentukan untuk keberhasilan dan keberlanjutan pengembangan agribisnis pertanian dan perkebunan. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak awal dimulainya pembangunan fisik kebun. Namun tidak tertutup kemungkinan bagi kebun yang telah dibangun/diserahkan kepada petani, asalkan program pemberdayaan petani ini dilaksanakan atas dasar komitmen bersama dari pihak perusahaan (khususnya), petani dan pemerintah daerah kabupaten.

Peningkatan SDM baik petugas maupun petani telah banyak dilaksanakan oleh pemerintah melalui berbagai proyek yang pada umumnya bantuan yang diberikan banyak bersifat teknis baik fisik maupun non fisik dan yang menyangkut administrasi keproyekan. Sedangkan pelatihan mengenai pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan petani masih sangat kurang. Hal ini menyebabkan sasaran setiap proyek yang dijalankan pemerintah seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan pengalaman di atas maka pemerintah melalui proyek SMSTCDP yang dibiayai oleh ADB, FAO dan Pemerintah Indonesia, melakukan program pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan yang menitik beratkan pada pengembangan SDM ( Sumber Daya Manusia ).

Pengalaman pembinaan sosial ekonomi petani secara menyeluruh di beberapa pertanian telah membuktikan bahwa kegiatan dan pembinaan yang mencakup lima aspek pengembangan, yaitu : Sumberdaya manusia, Organisasi, Manajemen budidaya, Keuangan dan Kemitraan melalui Sistem Kebersamaan Ekonomi berdasarkan Manajemen Kemitraan telah berhasil meningkatkan hasil produksi di atas standar dan pengembangan kelembagaan usaha petani mulai dari organisasi kelompok produktif, kerjasama antar kelompok dalam wadah Forum Koordinasi Manajemen Kebun (FKMK) sebagai suatu wahana organisasi pra-koperasi dan kemudian mengembangkannya menjadi usaha koperasi yang mampu mengelola kegiatan ekonomi anggotanya, melayani anggota, serta mampu melakukan pengolahan hasil dan pemasaran bersama (sumber : Tim Assistensi Program SKE).

No related posts.

You can leave a response, or trackback from your own site.

22 Responses to “Pemberdayaan Masyarakat Tani dan Kelembagaanya.”

  1. Harry Permadi | Personal Blog says:

    June 25th, 2010 at 16:02

    wah, saya coba pelajari mas, bisa jadi info dan ilmu, soalnya saya baru membaca hal seperti ini.. thanks sharenya mas.. :D
    Harry Permadi | Personal Blog´s last blog ..Kumpulan Blog "DoFollow"My ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ Harry Permadi : sama – sama mas…

    [Reply]

    Harry Permadi | Personal Blog Reply:

    ditungu update terbarunya mas.. :D
    Harry Permadi | Personal Blog´s last blog ..Kumpulan Blog "DoFollow"My ComLuv Profile

    [Reply]

  2. mh says:

    June 26th, 2010 at 00:31

    ada syarat lain gak untuk jadi petani? misalkan harus punya tanah luas gitu?

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ mh :kalau luas lahan relatif mas….

    [Reply]

  3. julianusginting says:

    June 26th, 2010 at 05:31

    pmberdayaan petani harus yah… :)
    julianusginting´s last blog ..Wanita Rentan Selingkuh?My ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ julianus ginting : setuju mas..petani harus bisa mandiri dengan kekuatan dan potensi diri sendiri jangan sampai mengharapkan belas kasihan orang lain…

    [Reply]

  4. Komunitas Salesman says:

    June 27th, 2010 at 03:46

    Jadi inget Paklik saya di kampung yang jadi ketua kelompok tani nich
    Komunitas Salesman´s last blog ..Menghasilkan Uang di Internet – Bagian IV Sedikit Buka Rahasia agar Earning MaksimalMy ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ komunitas salesman : syukur mas kalau masih ingat dengan petani kita, saudara-saudara kita para pejuang pangan yang memerlukan kepedulian kita bersama.

    [Reply]

  5. sawali tuhusetya says:

    June 28th, 2010 at 16:21

    sebuah ide yang p[erlu segera diaplikasikan, mas. para petani memang butuh diberdayakan. Sumberdaya manusia, Organisasi, Manajemen budidaya, Keuangan dan Kemitraan, perlu segera dibumikan hingga ke pelosok2 dusun. salut dg ide2 kreatifnya.
    sawali tuhusetya´s last blog ..Kursus Membaca Cepat Online- Solusi Mengatasi Beban Kultur LiterasiMy ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ Sawali Tuhusetya : trima kasih sharing-nya….

    [Reply]

  6. PF says:

    June 29th, 2010 at 14:34

    Pemberdayan petani dengan sistem SKE tersebut termasuk didalamnya petani sawit juga ?
    Jujur baru dengar sistem ini, mungkin sosialisasinya masih kurang (?)

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ PF : program masih belum di sosialisasikan, program ini diinisiasi oleh teman-teman di Jawa Timur….belum secara nasional di laksanakan.Dari segi ide dan gagasan, bagus sekali.

    [Reply]

  7. budiarnaya says:

    June 30th, 2010 at 00:07

    Hampir sama dengan mr pf, saya baru mengenal istilah ini, memang ketingglan info, salam kenal dari bali
    budiarnaya´s last blog ..ImajinasiMy ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ budiarnaya : Bukan ketinggalan info Mas, memang program baru yang belum disosialisaikan Mas. Trima kasih kunjungannya .

    [Reply]

  8. firdaus says:

    July 2nd, 2010 at 03:18

    saya suka sekali bertani, walaupun kecil2an… masalahnya saya tinggal di perkotaan dan sulit untuk mencari teman yg seprofesi di tengah kota apalagi untuk membentuk kelompok tani.
    firdaus´s last blog ..Listrik Padam Menyambut Kenaikan TDL di Tempat Kerja KamiMy ComLuv Profile

    [Reply]

    Admin Reply:

    @ Firdaus : Yang penting kerjakan apa yang menurut kita baik, insya allah membawa kebaikan dan lingkungan kita pasti akan tergerak juga. Sukses terus mas.

    [Reply]

  9. aan says:

    July 9th, 2010 at 01:04

    sebagai anak fakultas pertanian, saya suka sekali dengan artikel ini :D

    [Reply]

  10. Mamah Aline says:

    July 23rd, 2010 at 09:45

    Pola SKE sepertinya perlu disosialisasikan agar SDM untuk pertanian lebih berkembang
    Mamah Aline´s last blog ..Hari Anak Nasional untuk anak-anak IndonesiaMy ComLuv Profile

    [Reply]

  11. Sugeng says:

    July 25th, 2010 at 10:59

    Memang sudah saatnya petani di Indoneisa diberdayakan dengan cara sistem-sistem yang memihak pada petani. Jangan sampai organisasi petaninya besar dan sering gontok-gontokan sendiri namun sang petaninya sendiri seperti terpinggirkan tanpa ada upaya untuk mensejaterahkan :sad: :???:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    [Reply]

  12. www.budies.info says:

    July 30th, 2010 at 22:28

    menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:22

    [Reply]

  13. agribisnis says:

    August 13th, 2010 at 19:19

    Sistem Kebersamaan Ekonomi (SKE) yang dibangun atas dasar keinginan dan kemauan petani (down top) diharapkan dapat memberdayakan dan mensejahterakan petani Indonesia.

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled