Peluang dibalik kenaikan HET pupuk bersubsidi.
Saturday, April 17, 2010 23:14
Pemerintah melalui Kementrian Pertanian mengeluarkan Permentan 32/Permentan/SR130/4/2010 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pertanian No. 50/Permentan/SR.130/11/2009 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2010. Permentan ini memberikan pedoman tentang kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi rata-rata 30% -40%.
Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 30 – 40 % dirasakan oleh petani masih terlalu tinggi. Kenaikan ini akan menambah beban bagi para petani karena akan menambah biaya produksi, selama ini yang kita ketahui petani kita ketahui masih dominan memakai pupuk anorganik bersubsidi (Urea, TSP, KCL) ini untuk meningkatkan produksinya.
Salah satu alasan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ini adalah berkurangnya subsidi pupuk dalam APBN. Subsidi pupuk dalam APBN 2010 hanya Rp.11,3 Trilyun dibandingkan dengan subsidi pupuk dalam APBN 2009 sebesar Rp.17,6 Trilyun. Dan tambahan subsidi yang diusulkan dalam APBN-P 2010 menjadi sebesar Rp. 20,2 Triliyun tidak disetujui oleh DPR RI. Sehingga mau ngga mau harga pupuk bersubsidipun akhirnya dinaikkan. Yang terpukul tentu saja para petani.
Kenaikan HET ini sebenarnya dalam jangka panjang dapat menguntungkan perekonomian kita, asal kenaikan HET ini dapat disosialisasikan dengan tepat kepada para pihak yang berkepentingan dan jangan sampai menjadi bahan politisasi. Bukan hanya mengurangi beban anggaran pemerintah karena berkurangnya subsidi saja, akan tetapi ada bebarapa hal yang menguntungkan, antara lain :
- Kenaikan HET ini akan mengurangi disparitas harga dengan pupuk non subsidi maupun harga di luar negeri. Hal in sedikit banyak akan mengurangi perembesan pupuk bersubsidi ke sektor lain seperti perkebunan besar dan industri serta mengurangi penyelundupan pupuk bersubsidi.
- Kenaikan HET pupuk bersubsidi akan mendorong pemakaian pupuk organik. Seperti yang kita tahu di beberapa daerah pemakaian pupuk terutama Urea sudah berlebihan sehingga sebenarnya lahan sudah rusak karena kejenuhan pupuk ini. Pemakaian pupuk organik ini dapat memperbaiki kesuburan lahan dan meningkatkan produktivitas tanah serta perbaikan lingkungan hidup.
Berkaitan dengan pupuk organik ini, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar. Pemakaian pupuk organik ini bukan hanya menghemat subsidi pupuk akan tetapi dalam jangka panjang akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan pertanian kita. Bukan hanya akan memperbaiki kesuburan lahan dan peningkatan produktivitas saja, akan tetapi apabila ini berkembang maka sektor peternakan terutama ternak besar (sapi) juga akan berkembang dengan baik.
Pupuk organik yang berkualitas biasanya dibuat dengan campuran pupuk kandang, rumput, jerami dan sisa-sisa panenan lainya. Berkembangnya pabrik-pabrik pengolahan pupuk organik secara otomatis memerlukan pasokan pupuk kandang dalam jumlah yang besar. Ini tentu peluang yang sangat besar bagi industri peternakan kita bukan hanya menghasilkan daging dan susu saja akan tetapi juga bisa menghasilkan pupuk organik. Hal ini sudah terbukti, di beberapa daerah bahkan sampai kekurangan bahan baku karena suplai pupuk kandang yang masih terbatas.
Kita yakin apabila pemakaian pupuk organik ini dapat disosialisasikan dengan tepat kepada petani dan petani sudah merasakan manfaatnya, petani juga pelan-pelan akan beralih menggunakan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk an organik. Memang dalam jangka pendek karena masih perlu adaptasi pemakain pupuk organik ini tidak serta merta meningkatkan produksi akan tetapi dengan semakin membaiknya kesuburan lahan maka produksi akan kembali seperti semula dalam beberapa musim tanam. Untuk tanaman pangan menurut penelitian memerlukan waktu kurang lebih 2 tahun untuk berproduksi normal dengan pemakaian pupuk organik ini, dan selama masa adaptasi ini pemakaian pupuk an organik masih bisa dilakukan tapi dengan takaran yang semakin dikurangi dari takaran awal.
Apalagi dengan harga pupuk organik yang semakin membaik, menurut Permentan….harga eceran untuk pupuk organik ini sebesar Rp. 700,- sangat menguntungkan dibandingkan dengan harga bahan bakunya. Pupuk kandang saat ini di beberapa tempat harganya berkisar antara Rp. 250 – Rp. 350,- . Sangat menguntungkan, bukan?
So, tidak pada tempatnya jika kenaikan HET pupuk bersubsidi ini terlalu diributkan. Saya yakin dibalik kenaikan HET ini masih ada peluang untuk meningkatkan produksi sekaligus membangun pengembangan pupuk organik sebagai subtitusi pupuk an organik bersubsidi sekaligus membangun industri peternakan yang terintegrasi dengan tanaman pangan dan perkebunan.
Salam Petani.
Related posts:













delia says:
April 20th, 2010 at 08:31
Banyak yang meributkan HET pupuk bersubsidi ya pak ? Maaf kalo salah komentar..
semoga tidak memusingkan para petani.. karena bagi petani bagaimana tanaman mereka bisa subur dengan pupuk yang berkualitas dan harga yang terjangkau… ^_^
Maju terus …
delia´s last blog ..Mencoba Sekarang
[Reply]
Admin Reply:
April 22nd, 2010 at 08:49
@ Delia : pada saat ini masih belum begitu diributkan oleh petani, karena di beberapa daerah sentra padi masih panen.Akan terasa sekali jika pada saat beberapa daerah sentra padi utama mulai tanam.
Makasih comment-nya.
[Reply]
sawali tuhusetya says:
April 20th, 2010 at 13:28
saya bukannya ingin mempersoalkan kebijakan pemerintah dalam penentuan harga pupuk, mas. tapi sejak dulu, agaknya pemerintah kita belum sepenuhnya berpihak kepada para petani kita. sebutan negeri agraris hanya sekadar slogan ketika harga pupuk tinggi, tapi begitu panen, hasil pertanian para petani kita demikian gampang dipermainkan oleh para tengkulak. repot. salam petani.
sawali tuhusetya´s last blog ..Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini
[Reply]
Admin Reply:
April 22nd, 2010 at 08:52
@ sawali tuhusetya : Seharusnya memang ada jaminan pasar dengan harga yang cukup bagi petani, sehingga pada saat panen raya stabilitas harga dapat dipertahankan yang menjamin margin yang cukup bagi petani dan menguntungkan.
[Reply]
setitikharapan says:
April 20th, 2010 at 14:48
Saya setuju dengan penggunaan pupuk oraganik, hanya saja di daerah saya sosialisasinya masih kurang. Sehingga kebanyakan masih menggunakan pupuk non organik, termasuk ayah saya. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah.
setitikharapan´s last blog ..Musim ini datang lagi..
[Reply]
Admin Reply:
April 29th, 2010 at 03:37
@ setititk harapan : Pupuk organik banyak sekali manfaatnyadan dalam jangka panjang lebih bermanfaat dibandingkan pupuk an organik. Ini yang perlu disosialisasikan kepada para petani.
[Reply]
bayuputra says:
April 20th, 2010 at 23:37
wah bagusnya pupuk kandang aja pak …
ohh ia kadang2 di daerah saya mereka lebih mencintai pupuk olahan dari cacing jadi memang sengaja cacing di ternak di suatu wadah di berikan pakan dan nanti hasil tanahnya itu di saring dipisahkan dengan cacing dan digunakan sebagai pupuk organik ….
terimakasih atas informasinya pak …. selamat pagi…
[Reply]
Admin Reply:
April 22nd, 2010 at 08:54
@ bayuputra : wah bagus sekali apabila para petani di tempat bapak sudah memulai menegembangkan pupuk organik, bisa ditiru di daerah lainya agar mandiri dan tidak terlalu tergantung dengan pupuk an organik buatan pabrik.
Makasih comment-nya dan sukses terus Pak.
[Reply]
bayuputra says:
April 23rd, 2010 at 14:46
SELAMAT MALAM PAK …. SALAM HANGAT DARI KALIMANTAN TENGAH.
[Reply]
Eko Sungkowo says:
May 2nd, 2010 at 20:27
Saya setuju sekali pak, dari beberapa artikel yg saya baca….
“KEUNTUNGAN”
1. Penggunaan pupuk organik dapat mengembalikan unsur hara yg terkandung didalam tanah yang hilang akibat penggunaan pupuk kimia.
2. Harga hasil tanam pertanian organik memiliki nilai lebih tinggi dibanding pertanian dgn menggunakan pupuk kimia.
Sayangnya… Masa panen tidak secepat dibanding penggunaan pupuk kimia. Nah…. Tergantung bapak2 petani yang harus bijak memilih yg mana. “ORGANIK ATAU KIMIA”
Eko Sungkowo´s last blog ..Mesin Pengolah Organik Granul
[Reply]
pupuk organik says:
July 4th, 2010 at 08:51
pupuk organik : Kesuburan berkurang krn pemakaian pupuk kimia, beralihlah ke pupuk organik , dgn pemakaian yg bijaksana & sesuai kebutuhan
[Reply]
www.budies.info says:
July 30th, 2010 at 22:36
menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:30
[Reply]