HET Pupuk Bersubsidi akhirnya naik!
Wednesday, April 14, 2010 0:03
Setelah sempat diisyukan batal naik, akhirnya pemerintah melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi mulai tanggal 09 April 2010. Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ini sebenarnya sudah diprediksi oleh beberapa kalangan. Apalagi setelah DPR RI menolak tambahan subsidi bagi pupuk bersubsidi ini. Kementrian pertanian sebelumnya mengusulkan tambahan subsidi ke DPR RI untuk menambal agar harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tetap tidak ada kenaikan.
Kenaikan HET pupuk bersubsidi terkait dengan turunnya anggaran subsidi pupuk dalam APBN. Pada APBN 2009, anggaran untuk subsidi pupuk mencapai Rp 17,6 triliun. Akan tetapi, dalam APBN 2010 subsidi pupuk hanya dianggarkan Rp 11,3 triliun. Namun, dalam APBN-P 2010, Kementrian Pertanian mengusulkan anggaran untuk subsidi pupuk menjadi Rp 20,2 triliun. Akan tetapi usulan tambahan anggaran itu tidak disetujui sehingga HET pupuk bersubsidi terpaksa tetap dinaikkan.
Tidak adanya tambahan subsidi ini menyebabkan HET pupuk bersubsidi ini akhirnya dinaikkan menjadi kurang lebih 30-40% dari HET awal. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian RI No.: 32/Permentan/SR.130/4/2010 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pertanian No. 50/Permentan/SR.130/11/2009 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2010, maka harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi menjadi :
- Pupuk UREA :Rp. 1.600,- per kilogram.
- Pupuk Organik : Rp. 700,- per kilogram.
- Pupuk SP-36 : Rp. 2.000,- per kilogram.
- Pupuk ZA : Rp. 1.400,- per kilogram.
- Pupuk NPK Phonska (15 : 15 :15) : Rp. 2.300,- per kilogram.
- Pupuk NPK Pelangi (20 : 10: 10) : Rp. 2.300,- per kilogram.
- Pupuk NPK Kujang (30 : 6 : 8) : Rp. 2.300,- per kilogram.
Secara lengkap pengumuman ini dapat dilihat di sini.
Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ini tentu semakin menambah beban bagi para petani. Belum lagi petani sudah dibebani dengan biaya pembelian pestisida yang sudah mahal, biaya olah tanah yang meningkat dan beban lainya termasuk secara makro petani sudah dibebani dengan rendahnya nilai tukar petani.
Related posts:













narno says:
April 16th, 2010 at 20:52
sedihnya petani selalu dibebani dengan harga untuk modal tanamannya
narno´s last blog ..Penulis Ronggeng Dukuh Paruk
[Reply]
Admin Reply:
April 18th, 2010 at 08:30
@ narno : Meningkatnya HET pupuk bersubsidi ini akan menambah biaya produksi untuk budidaya tanaman, otomatis beban petani makin bertambah.
[Reply]
mahesapandu says:
April 17th, 2010 at 05:13
kita negara agraris, tapi mengapa sejak dulu selalu saja pupuk menjadi permasalahan yang tak kunjung putus dengan keputusan memihak para petani…
[Reply]
Admin Reply:
April 17th, 2010 at 21:13
@ mahesapandu : dimana-mana subsidi pertanian masih diperlukan termasuk di negara maju, hal ini dalam rangka melindungi para petaninya agar dapat berproduksi dengan sebaik-baiknya. Amat disayangkan di negara kita tidak ada tambahan subsidi sehingga HET pupuk bersubsidi harus naik 30-40%, saya kira masih terlalu tinggi kenaikan HET ini.
[Reply]
Siti Fatimah Ahmad says:
April 17th, 2010 at 17:32
Assalaamu’alaikum
Dunia pertanian sudah sebati dengan saya sejak kecil. Golongan petani amat memerlukan subsidi bagi mengurangkan beban dalam menyelenggarakan tanah pertanian mereka. Jika bantuan subsidi juga dinaikkan harga, pasti ia akan menambah masalah yang ditanggung.
Salam mesra selalu dari Sarawak, Malaysia.
Siti Fatimah Ahmad´s last blog ..PANGGILAN MATRADE…. RINDU YANG KUDAMBAKAN
[Reply]
Admin Reply:
April 17th, 2010 at 21:16
@ Siti Fatimah Ahmad : Waallaikum salam. Beetul sekali ..dengan kenaikan HET ini akan menambah beban para petani, belum lagi beban biaya pembelian pestisida,sementara harga jual gabahnya tidak sebanding kenaikanya dengan harga pupuk bersubsidi ini.
Trima kasih sudah berkunjung dan salam petani.
[Reply]
jun says:
April 18th, 2010 at 04:54
bakal nyusahain petani dunk

jun´s last blog ..Sekilas soal iPad
[Reply]
Admin Reply:
April 18th, 2010 at 08:28
@ jun :betul mas, menambah beban petani dengan menambah biaya produksi.
Trima kasih kunjungannya dan Salam petani.
[Reply]
Erdien says:
May 12th, 2010 at 13:44
Kasian petani-petani Indonesia. Apalagi parapetani kecil, bisa jadi makin kerdil nih!
[Reply]
Admin Reply:
May 13th, 2010 at 07:42
@ erdien : kenaikan HET memang cukup mengagetkan, namun pengaruhnya belum begitu terasa karena di beberapa sentra produksi pada saat ini masih panen..baru terasa nanti saat mulai musim tanam…
Admin´s last blog ..The Short History of Agriculture
[Reply]
Yolivia Astrianiez Seesar says:
June 9th, 2010 at 03:12
Menutur saya, dengan keputusan menurunkan subsidi pupuk, maka dapat berdampak pada biaya produksi yang semakin meningkat dan harga jual yang semakin tinggi. selain semakin membebani petani, juga dapat mematikan produk yang dihasilkan oleh petani. misalnya : harga gula lokal, jika subsidi pupuk berkurang maka harga pupuk meningkat sehingga gula yang dihasilkan oleh petani dijual ke pasar akan meningkat pula, maka akan banyak konsumen yang lebih memilih mengkonsumsi gula impor yang harganya relatif lebih murah dibandingkan gula lokal.
[Reply]
www.budies.info says:
July 30th, 2010 at 22:37
menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:31
[Reply]